Kurikulum Merdeka untuk pelajaran SD mulai diberlakukan secara bertahap. Keputusan ini dibuat berdasarkan arahan Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi yang mana mengarahkan mulainya kurikulum Merdeka adalah pada tahun ajaran 2022/2023.
Apa Itu Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum pelajaran SD dimana adanya beragam pembelajaran intrakurikuler, dengan pengoptimalan konten dan peserta didik akan memiliki cukup waktu dalam memahami konsep dan meningkatkan kompetensi. Guru akan lebih leluasa dalam memilih perangkat ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Tahun pertama kurikulum ini diberlakukan pada kelas 1 dan kelas 4. Kemudian pada tahun berikutnya diterapkan pada kelas 1, 2, 4, dan 5. Untuk tahun ketiga ini baru diterapkan pada siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Pelajaran SD Kurikulum Merdeka
Beberapa pelajaran SD kurikulum merdeka di antaranya adalah sebagai berikut.
- Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
- Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
- Muatan Lokal untuk sekolah SD/MI atau SDLB dapat diajarkan oleh guru yang memiliki kompetensi pada mata pelajaran tersebut. Selain guru yang memang memiliki beban ajar pada SD/MI dan SDLB terkait, dapat juga diajarkan oleh mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
- Bahasa Inggris dimaksudkan untuk siswa SD/MI, sementara untuk SDLB, mata pelajaran tersebut adalah mata pelajaran pilihan. Mata pelajaran pilihan Bahasa Inggris tersebut dapat diajarkan oleh guru kelas yang memiliki kompetensi Bahasa Inggris. Mata pelajaran tersebut juga dapat diajarkan oleh guru yang berada pada sekolah tersebut, ataupun mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
- Jika dalam kurikulum sebelumnya, pelajaran SD IPA dan IPS dipisah, maka dalam kurikulum ini, pelajaran SD IPA dan IPS digabungkan yang diberi nama IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Tujuannya adalah untuk tetap memadukan lingkungan alam dan sosial sebagai suatu kesatuan pada pendidikan dasar.
- Adanya integrasi computational thinking dalam mata pelajaran SD Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS.
- Ada pula Pembelajaran Berbasis Proyek untuk penguatan Profil pelajar Pancasila, yang mana dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran.
Itulah penjelasan mengenai pelajaran SD kurikulum merdeka, sebagai orang tua atau pelajar penting untuk Anda mengetahui hal ini.